Recent Post

Makna Sejati Lepas Sandal Saat Masuk Masjid

25 Februari 2011

Ada seorang teman bertanya, kenapa kalau seorang muslim masuk masjid selalu harus melepaskan sandal? Yang lainnya menjawab, sebab masjid itu suci sehingga sandal tidak boleh dipakai masuk ke dalam masjid. Jawaban tersebut ternyata tidak membuat si penanya tersebut merasa puas. Beraneka macam tanya berkecamuk dalam dadanya.



Ia kembali bertanya, Lha kalau kita beli sandal yang baru dari pasar dan masih belum dipakai, lalu sandal tersebut dipakai masuk ke masjid, boleh apa nggak? Yang lain pun tetap menjawab, tetap tidak boleh. Si penanya kembali melanjutkan rasa ingin tahunya. Ia kembali bertanya, alasannya apa kok tetap nggak boleh? Si penjawab pun tetap tidak mau kalah dan menjawab, karena masjid itu suci.



Si penanya kembali melanjutkan pertanyaan yang membuat hatinya gundah gulana. Ia mengatakan, okelah kalau begitu. Tapi sesuatu yang bisa mensucikan itu kan air. Kalau sandal tadi saya cuci dulu hingga bersih, bolehkah saya pakai masuk ke dalam masjid? Si penjawab dengan berang dengan mengatakan, nggak boleh! "Alasannya apa," tanya si penanya. Si penjawab kembali mengatakan, karena masjid itu suci.



Dari dialog dua orang tersebut kalau diteruskan tidak akan pernah ada akhirnya. Pasalnya, kedua orang si penanya dan si penjawab sama-sama merasa benar. Si penanya merasa benar karena tidak ada jawaban yang memuaskan hatinya, sementara si penjawab merasa benar karena memang masjid adalah tempat yang suci.



Kedua orang tersebut memang sama-sama benar. Si penanya juga benar, si penjawab pun juga benar. Tetapi yang lebih benar adalah bahwa dilepaskannya sandal di pelataran masjid dan tidak boleh dibawa masuk adalah merupakan simbol ajaran sejati. Ajaran sejati apakah itu?



GUSTI ALLAH itu adalah Maha Suci. Sebuah sandal adalah simbol dunia. Sandal itu tempatnya di kaki yang artinya, dunia itu seharusnya kita naiki/injak. Bukan malah terbalik, kita dinaiki/diinjak oleh dunia.



Memiliki sandal juga bisa berarti bahwa jika kita sudah berhasil memiliki harta dan tahta di dunia ini, maka tidak semestinya sandal tersebut kita pakai saat kita masuk masjid karena tujuan kita masuk masjid tentu saja untuk menyembah GUSTI ALLAH. GUSTI ALLAH itu Maha Kaya, maka meski kita punya harta yang banyak dan tahta yang tinggi, semua itu tidak ada artinya di mata GUSTI ALLAH.



Melepaskan sandal itu pun juga pernah dicontohkan oleh Kanjeng Nabi Musa AS. Hal itu bisa dibaca dari ayat Al Qur'an, "...sesungguhnya kamu berada di Bukit Suci Thuwa, maka lepaskanlah kedua terompah mu... (QS)".



Kalau Kanjeng Nabi musa AS saja yang mempunyai derajad tinggi di mata GUSTI ALLAH diharuskan untuk melepas terompah (sandal), apalagi kita sebagai manusia biasa saat menghadap GUSTI ALLAH pun juga harus melepaskan sandal kita.(*)

Lirik Qosidah Mbah Modin

7 Agustus 2010
Mbah modiin..hoooo
Aku ingin jadi menantumu...
Agar dapat berjuang..oh bersama putrimuu...
Mbah modin 2x...luar biasa punya anak tiga cewek semua
Mbah modin 2x..apa resepnya putrinya cantik dan pinter ngaji semua..
Aku bingung pilih yang mana tiga tiganya oh..mempesona
Yang nomer satu hafidz qur’anya dua dan tiga alim kitabnya..
Mbah modin2x.. tolonglah beri jalan keluarnya....
Back voc...
[Mbah modin 2x...luar biasa punya anak tiga cewek semua..
Mbah modin 2x..apa resepnya putrinya cantik dan pinter ngaji semua.. ]
Mbah modin ini kata saya status masih perjaka sudah bekerja boyongan pesantren tua..
Mbah modin tolong di terima menjadi menantunya agar kita bisa berjuang bersama..
Mbah modiin 2x...di kata aku sedang mabuk cinta...[yeee]
Back voc..
[Mbah modin 2x...luar biasa punya anak tiga cewek semua
Mbah modin 2x..apa resepnya putrinya cantik dan pinter ngaji semua..]
Mbah modin ini kata saya status masih perjaka sudah bekerja boyongan pesantren tua..[yee]
Mbah modin mohon di terima menjadi menantunya agar kita bisa berjuang bersama..
Mbah modin tolong di terima menjadi menantunya agar kita bisa berjuang bersama..
Mbah modiin 2x di kata aku sedang mabuk cinta,,,,,
Back voc
[Mbah modin 2x...luar biasa punya anak tiga cewek semua
Mbah modin 2x..apa resepnya putrinya cantik dan pinter ngaji semua..]
Aku bingung pilih yang mana tiga tiganya oh..memepesona
Yang nomer satu hafidz qur’anya yang 2 dan tiga alim kitabnya..
Mbah modin tolonglah beri jalan keluarnya....

Jadikan Hati Seluas Telaga

29 April 2010

Siang itu Mbah Yai menghampiri seorang muridnya yang wajahnya belakangan ini
selalu tampak murung. "Saya lihat akhir-akhir ini sampean sering murung,Gus? Ada apa? Padahal ada banyak hal yang indah di dunia ini? Kemana perginya wajah bersyukurmu? "Tanya mbah Yai
.
"Ngaten Yai,,,Saya rasakan belakangan ini hidup saya penuh masalah. Rasanya Sulit bagi saya untuk tersenyum. Ada saja masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid.

Mbah Yai tersenyum. "Gus,tolong ambilkan segelas air dan dua genggam garam. Bawa
kemari,Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."Si murid pun beranjak pelan
tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan Yainya itu, lalu kembali lagi membawa gelas
dan garam sebagaimana yang diminta.

"Sekarang Coba sampean ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata mbah Yai.
"Setelah itu coba sampean minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya.
Wajahnya kini meringis karena meminum air asin. "Bagaimana rasanya?" tanya Mbah Yai.
"Asin, dan perut saya jadi mual yai,," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.

Mbah Yai tersenyum melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
"Sekarang sampean ikut saya." Mbah Yai mengajak muridnya ke sendang di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke sendang." Si murid
menebarkan segenggam garam yang tersisa ke sendang, tanpa bicara.
Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak
dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan Yainya, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba sampean minum air sendang itu," kata Mbah Yai sambil mencari batu
yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir sendang. Si murid
menangkupkan kedua tangannya, mengambil air sendang, dan memasukkan ke
mulutnya lalu meneguknya. Ketika air sendang yang dingin dan segar mengalir di
tenggorokannya, Mbah Yai bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?" "Segar,
segar sekali yai,," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.
Tentu saja, sendang ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan
airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air sendang ini juga
menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang sampean tebarkan tadi?" tanya mbah Yai "Tidak sama
sekali yai," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Mbah Yai
hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air sendang
sampai puas.

"Gus," kata Sang Yai setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam
hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya
segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang
kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya
tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang
lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia
seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah." Si murid terdiam,
mendengarkan.

"Tapi Gus, rasa “asin” dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung
dari besarnya kalbu yang menampungnya. Jadi,supaya tidak merasa menderita,
berhentilah jadi gelas. Jadikan kalbu dalam dadamu menjadi seluas telaga agar
sampean bisa menikmati hidup" (k_ndr)

Enkau Maha dari segala maha

17 Februari 2010
Gusti Allah...

Engkau tidak butuh solatku

Engkau tidak butuh puasaku

Engkau tidak butuh Zakatku

Engkau tidak butuh sodaqohku

Engkau tidak butuh..Tidak butuh semua ibadahku...

Karena Engkau adalah maha dari segala maha

Karena Engkau adalah mahanya maha

Tapi aku tidak peduli....

Kan tetap ku lakukan semua itu

Atas rasa cintaku padaMU

Hinggaku terjerat cintaMU

Tuk dapatkan nikmat ridhoMU

Kanjeng Nabi Muhammad SAW

19 Januari 2010
Muhammadun basya rulla kalbasyari
Balhu wal khayakuttibainal khajari

Kanjeng Nabi Muhammad iku manungso
Nanging ora koyo lumrahe manungso

Balik Kanjeng Nabi iku koyo inten
Kumpul karo jines watu dudu inten

tembang pacol

10 Januari 2010
gundul-gundul pacol gembelengan,
nyunggi-nyunggi wakol gembelengan,
wakol nglempang segane dadi sak latar,
wakol nglempang segane dadi sak latar.

~pacol tegese barang papat ojo sampe ocol~ pacol dibagi menjadi dua bagian
Gagang/paegangan pacol namanya : Doran tegese(maksudnya) Ndungo marang Pengeran (berdoa kepada yang Maha Esa)
Lempeng besi dibawah namanya :Bawak tegese(maksudnya) Obahing Awak (Geraknya tubuh)

jadi pacol itu gabungan dari berdo’a dan berusaha, jadi hidup itu pacol, ini salah satu pesan dari kanjeng sunan kali jogo

Salam rindu untuk ayah

Melihat fotomu Abah....
Ada kerinduan di hatiku...
Enam tahun yang lalu tepatnya tanggal 27 juni 2003,lima belas hari setelah ulang tahunku
Engkau meninggalkan Aku,Saudaraku,dan Ibu.
Engkau meninggalkan kami untuk selamanya.
Meskipun saat itu aku tidak dapat menungguimu saat terakhir..
Namun aku tidak kecewa mendengar engkau pergi kepangkuaNYA.
Dengan senyum dan ikhlas aku yakin bekal yang kau bawa lebih dari cukup.
Abah.....
Aku kagum dengan gaya hidupmu yang sederhana.
Kepergianmu mengajarkan kedewasaan dan mengajarkan aku betapa penting arti hidup untuk berguna bagi sesama..
Kepergianmu mengajarkan bagaimana harus mencintai dan menyayangi..
Kepergianmu mengajarkan Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar dalam meneruskan perjuanganmu yang wajib di lestarikan,di jaga keutuhanya,dan di kembangkan...
Abah...
Kini engkau meninggalkan rindu yang tertoreh demikian dalam..
Entah kapan aku dapat berjumpa kembali...
Walau hanya dalam mimpi...
Sungguh saat-saat itu sangat aku nanti..
Penuhilah mimpiku dengan kehadiranmu..
Sungguh aku merindukanmu...
Dalam diam menetes air mataku...
Abah...
Aku mohon maaf atas keluputanku yang kusengaja maupun tidak..
Sinarilah kami dengan sinarnya sorga..
Bimbinglah kami meskipun kau di sana..
Abah..
Ada dan tiada engkau selalu ku cinta..
Kepada ALLAH ku haturkan doa dimana engkau selalu bahagia
Dimana raga dan jiwamu berada.
Abah.....Aku bangga menjadi anakmu.
 

Total Pageviews